TEKAD

Mempercepat pembangunan desa khususnya di Indonesia bagian timur

Kontak Kami

Jl. TMP Kalibata No.17, Jakarta Selatan, 12750, DKI Jakarta, Indonesia.
021 - 7994372

humas@kemendesa.go.id

Ikuti Kami

Monev Korkab TEKAD Dogiyai ke tiga kampung di Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, untuk memantau perkembangan budidaya ikan air tawar yang tengah dikembangkan oleh tiga kelompok tani

Koordinator TEKAD Dogiyai Gelar Monev untuk Tingkatkan Produktifitas Budidaya Ikan Air Tawar Kelompok Tani di Distrik Mapia

Dogiyai, 27 September 2024 – Koordinator Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi (Monev) ke tiga kampung di Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, untuk memantau perkembangan budidaya ikan air tawar yang tengah dikembangkan oleh tiga kelompok tani di wilayah tersebut. 

Kunjungan yang berlangsung pada 27 September 2024 ini melibatkan Kampung Bomomani, Kampung Abaimaida, dan Kampung Obaikagopa, yang menjadi fokus utama dalam peningkatan produktivitas dan pengelolaan perikanan air tawar.

Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mengidentifikasi pencapaian, hambatan, serta peluang yang dihadapi oleh kelompok-kelompok tani yang telah menerima dana ketahanan pangan melalui dukungan program TEKAD. Koordinator TEKAD memberikan perhatian khusus pada keberlanjutan program, inovasi, serta pengembangan strategi pemasaran yang efektif agar usaha budidaya ikan air tawar dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.

Tiga Kelompok Tani dengan Semangat Inovasi
1.    Kelompok Tani Maju Bersama – Kampung Bomomani
Kelompok ini berhasil menarik perhatian Koordinator TEKAD karena pencapaian luar biasa mereka dalam budidaya ikan nila dan gurami. Produktivitas yang meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir menjadi bukti keberhasilan pengelolaan usaha mereka. Tidak hanya fokus pada produksi, Kelompok Tani Maju Bersama juga mengembangkan strategi pemasaran lokal yang inovatif untuk menjangkau konsumen di wilayah Mapia dan sekitarnya. Langkah ini menunjukkan komitmen kelompok dalam memaksimalkan potensi ekonomi perikanan air tawar di kampung mereka.
2.    Kelompok Tani Sejahtera – Kampung Abaimaida
Di Kampung Abaimaida, Koordinator TEKAD bertemu dengan anggota Kelompok Tani Sejahtera yang saat ini tengah memperluas kolam budidaya untuk mengakomodasi produksi ikan gurami dan nila. Kelompok ini menonjol karena berhasil membangun kolaborasi yang kuat dengan pihak-pihak eksternal untuk mendapatkan bantuan teknis dan dukungan permodalan tambahan. Kolaborasi ini memungkinkan mereka untuk memperluas usaha dan meningkatkan daya saing di pasar.
3.    Kelompok Tani Harapan Bersama – Kampung Obaikagopa
Di Kampung Obaikagopa, Kelompok Tani Harapan Bersama fokus pada budidaya ikan nila dan lele. Saat ini, kelompok tersebut tengah memperkuat kerja sama antaranggota untuk mengoptimalkan efisiensi produksi serta meningkatkan kualitas hasil budidaya mereka. Semangat kerja sama yang tinggi di antara anggota kelompok menjadi kunci keberhasilan mereka dalam menjaga stabilitas produksi meski dihadapkan pada berbagai tantangan.

Selama kunjungan, Koordinator TEKAD menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pengelolaan siklus produksi ikan yang ramah lingkungan. Ia mendorong kelompok tani untuk terus berinovasi serta mencari peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Dukungan teknis dan permodalan dari program TEKAD harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memastikan usaha budidaya ini tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan permintaan pasar.

"Keberhasilan kelompok tani dalam budidaya ikan air tawar tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga memainkan peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan di Distrik Mapia. Ini adalah potensi besar yang harus terus dikembangkan," ujar Koordinator TEKAD.

Program TEKAD berkomitmen untuk terus mendampingi serta memfasilitasi pengembangan ekonomi desa melalui berbagai inisiatif, termasuk budidaya ikan air tawar yang kini menjadi sumber penghidupan utama bagi banyak kelompok tani di Mapia. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Dogiyai, yang juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Dengan dukungan berkelanjutan dari program TEKAD dan sinergi antara pemerintah daerah serta masyarakat, budidaya ikan air tawar di Distrik Mapia diharapkan mampu tumbuh menjadi sektor ekonomi yang lebih kuat dan mandiri. Keberhasilan ini tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk menciptakan ketahanan pangan yang tangguh di wilayah pedalaman Papua.

Kunjungan Monev ini diharapkan memberikan motivasi baru bagi para petani ikan di Distrik Mapia untuk terus mengembangkan usaha mereka serta memaksimalkan potensi dukungan yang diberikan oleh program TEKAD dan pemerintah setempat.

 

Penulis : Natan Tebai, Fasdis Mapia

Editor : Nasru


Web Admin 1