Desa Liang di Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah, kini memiliki produk unggulan desa yang mulai dikenal masyarakat, yaitu Susu Kacang Liang. Produk ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Lesipara Liang sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Produksi Susu Kacang Liang pertama kali dimulai pada tahun 2024. Inisiatif ini berangkat dari potensi kacang tanah yang cukup melimpah di Desa Liang. Dengan semangat kemandirian desa, BUMDes Lesipara Liang mulai mengolah kacang tanah menjadi minuman sehat dan bergizi yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat.
Dalam perjalanannya, usaha ini mendapatkan dukungan pengembangan kapasitas dari Program TEKAD melalui kegiatan pelatihan teknis pengolahan produk unggulan desa. Melalui pelatihan tersebut, pengelola BUMDes memperoleh pengetahuan mengenai teknik pengolahan yang lebih baik, standar kebersihan produksi, peningkatan kualitas produk, serta pengemasan yang lebih menarik. Dukungan ini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas dan daya saing Susu Kacang Liang.
Keberhasilan produksi susu kacang juga tidak terlepas dari dukungan rantai pasok bahan baku. Bahan baku kacang diperoleh dari petani lokal di Desa Liang, sehingga turut memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat. Selain itu, pasokan kacang juga didukung oleh Badan Usaha Milik Desa Ruhuwae Tananahu yang mengelola unit usaha jual beli kacang mentah. Kolaborasi antar desa ini memperkuat ketersediaan bahan baku sekaligus membangun kerja sama ekonomi desa yang saling menguntungkan.
Saat ini, Susu Kacang Liang telah dipasarkan dan disuplai secara rutin ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Desa Liang, Kecamatan Teluk Elpaputih. Setiap minggu, BUMDes Lesipara Liang mendistribusikan sebanyak 3.240 botol susu kacang sebagai bagian dari dukungan terhadap pemenuhan gizi masyarakat.
Keberlanjutan distribusi produk ini semakin diperkuat melalui penandatanganan kerja sama antara BUMDes Lesipara Liang dengan SPPG Liang. Kegiatan penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh Camat Teluk Elpaputih serta Tim Fasilitator Program TEKAD Kabupaten Maluku Tengah, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha desa dan peningkatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Ke depan, BUMDes Lesipara Liang juga berencana mengembangkan inovasi produk baru berupa puding kacang. Produk ini merupakan salah satu hasil pembelajaran dari pelatihan teknis Program TEKAD. Menariknya, proses produksi puding kacang akan memanfaatkan limbah atau sisa bahan dari proses produksi susu kacang, sehingga dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mengurangi limbah. Dengan inovasi ini, BUMDes berharap dapat menciptakan produk baru yang bernilai ekonomi serta memperluas peluang pasar.
Kisah Susu Kacang Liang menjadi contoh nyata bagaimana potensi lokal, dukungan program pemberdayaan, dan kolaborasi antar lembaga desa dapat mendorong lahirnya usaha produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari sebuah inisiatif sederhana di desa, kini Susu Kacang Liang berkembang menjadi produk yang tidak hanya meningkatkan pendapatan desa, tetapi juga berkontribusi pada pemenuhan gizi masyarakat
Penulis : Hamis Sasole, S.Sos