Aktivitas perikanan di Desa Loleo, Kecamatan Weda Selatan, menunjukkan tren positif. Melalui pemanfaatan sarana rompon dalam program demplot, kelompok nelayan setempat berhasil meningkatkan hasil tangkapan secara signifikan sejak awal tahun 2026.
Ketua Kelompok Demplot, Badrin Samin, mengungkapkan bahwa sejak Februari 2026 para nelayan mulai merasakan peningkatan hasil tangkapan. Dalam satu bulan, total tangkapan mencapai sekitar 600 kilogram dari empat kali melaut.
“Penangkapan ikan kami sesuaikan dengan kondisi cuaca di laut, tetapi sejak adanya rompon, hasil tangkapan menjadi lebih stabil dan meningkat,” ujarnya.
Selama periode Februari hingga April 2026, total tangkapan ikan jenis madidihang dan cakalang mencapai 1.088 kilogram. Hasil tersebut diperoleh dari beberapa kali aktivitas melaut dengan variasi tangkapan di setiap perjalanan.
Secara individu, kontribusi anggota kelompok juga cukup signifikan. Bendahara kelompok, Basir La Adi, mencatat hasil tangkapan 54 kilogram. Sementara La Ali mengumpulkan 222 kilogram, disusul La Meki 126 kilogram, Ismail 264 kilogram, dan Wardi 192 kilogram.
Jika diakumulasikan, total produksi ikan dari kelompok ini mencapai 2.546 kilogram atau sekitar 2,5 ton. Dengan harga jual rata-rata Rp25.000 per kilogram, nilai ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp63.650.000.
Badrin menegaskan bahwa bantuan dua unit rompon melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) sangat membantu nelayan dalam meningkatkan produktivitas. Keberadaan rompon memudahkan ikan berkumpul di satu titik sehingga lebih efisien dalam penangkapan.
Di sisi lain, Koordinator Kabupaten Program TEKAD Halmahera Tengah, Ataki Ismail, menilai wilayah laut Halmahera Tengah memiliki potensi besar yang perlu dimanfaatkan secara optimal.
“Potensi perikanan di Halmahera Tengah sangat melimpah. Dengan adanya fasilitas seperti rompon, nelayan dapat lebih mudah menangkap ikan, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan,” jelasnya Sabtu (11/04/2026).
Ia berharap keberhasilan kelompok nelayan di Desa Loleo dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat pesisir lainnya untuk mengembangkan sektor perikanan secara berkelanjutan.
Sebagai penutup, Ketua Kelompok Demplot menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya para fasilitator kecamatan Harmiyati dan Rukmana serta Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Kabupaten Halmahera Tengah yang aktif mendampingi kelompok.
Capaian ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat mampu mendorong peningkatan ekonomi lokal berbasis potensi sumber daya laut.
Sumber Berita : https://faktahalmahera.com/rompon-demplot-loleo-hasilkan-25-ton-ikan-dongkrak-pendapatan-nelayan-weda-selatan/