Halteng, Kalesang – Melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), kelompok penerima manfaat (KPB) berhasil memanen terong sebanyak 615 kilogram pada panen awal dan selanjutnya menunjukkan hasil yang terus meningkat, panen tersebut berlansung di Desa Sosowomo, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Hasil panen tersebut berasal dari lahan demplot (percontohan) yang dikelola secara teratur dan berkelanjutan oleh para petani setempat.
Salah satu petani, Akere Mailingi, mengungkapkan bahwa panen terong di lahan pertama telah dilakukan sebanyak empat kali.
“Panen ini sudah empat kali dengan total 615 kilogram. Ini baru dari satu lahan, sementara lahan kedua juga sudah kami siapkan supaya panen bisa terus berjalan,” ujarnya. Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, kelompok tani mengelola dua lahan demplot yang lokasinya berdekatan sehingga memudahkan proses perawatan dan pengelolaan. Setelah panen, lahan langsung diolah kembali untuk penanaman berikutnya guna menjaga kesinambungan produksi.
Hasil panen tersebut dipasarkan di Pasar Weda dengan harga Rp10.000 per kilogram. Dari empat kali panen, petani mampu meraup pendapatan sekitar Rp6.150.000, yang dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah, hasil ini sangat membantu kami. Sampai sekarang kami masih panen setiap dua sampai tiga hari sekali,” tambah Akere.
Program TEKAD dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat desa, khususnya petani. Selain bantuan sarana dan prasarana pertanian, program ini juga menyediakan pendampingan mulai dari teknik budidaya, pengelolaan usaha tani, hingga pemasaran hasil panen.
Fasilitator Kecamatan Weda Selatan, Rukmana, mengatakan pihaknya akan terus mendampingi petani agar dapat berkembang dan mandiri.
“Kami terus membantu petani dengan memberikan solusi atas kendala yang mereka hadapi. Harapannya, bertani bisa menjadi pekerjaan utama yang dilakukan secara berkelanjutan,” kata Rukman.
Hal senada disampaikan fasilitator lainnya, Rahmi. Ia menuturkan, program ini bertujuan mendorong perubahan pola bertani dari musiman menjadi produktif sepanjang tahun.
“Kami ingin petani merasakan hasilnya secara langsung. Dengan sistem yang berkelanjutan, pendapatan mereka bisa lebih stabil untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Ke depan, kelompok tani Desa Sosowomo berencana mengembangkan komoditas lain seperti cabai dan tomat guna meningkatkan variasi produksi dan menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Kelompok tani Desa Sosowomo juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, atas dukungan melalui Program TEKAD.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Halmahera Tengah dalam mengembangkan potensi pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.